Sejarah Yayasan

An-Nizhomiyah pada awalnya merupakan salah satu madrasah tertua yang ada di Kota Depok. Sejak berdiri tahun 1955, madrasah ini telah melahirkan ribuan alumni. Sampai saat ini, Madrasah An-Nizhomiyah terus mengembangkan pola dan sistem pendidikan dengan berbagai kreativitas dan inovasi pembelajaran agar sesuai dengan tuntutan zaman tanpa harus menanggalkan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pengembangan madrasah, masih terus dijaga dan dilestarikan agar dapat melahirkan generasi Islam paripurna; memegang teguh karakter keislaman, dan  memiliki daya saing di masa yang akan datang.

Dengan semangat pengabdian kepada Umat, bangsa, dan Negara, Madrasah An-Nizhomiyah yang kelahirannya dibidani oleh KH. Abdul Somad (Alm), secara berkesinambungan terus melengkapi hal-hal yang dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah madrasah unggulan yang menjadi kawah candra di muka bagi generasi Islam masa depan, yang selain menguasai pengetahuan keislamanan yang baik tetapi  juga memiliki kemampuan di bidang sain dan teknologi. Atas dasar itu, maka berbagai bentuk program dan kegiatan yang dikembangkan di Madrasah An-Nizhomiyah selalu dalam upaya mewujudkan cita-cita pendiri Madrasah An-Nizhomiyah, yang diwujudkan dengan bentuk pelayanan prima dalam bidang pendidikan yang memperhatikan segala aspek penting perkembangan murid. 

Yayasan An-Nizhomiyah adalah lembaga nirlaba yang didirikan pada tahun 1988 dengan akte Notaris Ny. Taruningrum Setiadi Kabul, SH. No. 7 Tanggal : 09 Juli 1988. Dalam perjalannya untuk mengantisipasi kebutuhan lembaga, akte notaris tersebut telah mengalami perubahan dan yang terakhir dilakukan melalui Akte Notaris Vony Rahayu Pawaka SH, Notaris & PPAT No. 3 Tanggal 23 Desember 2013. Sesuai dengan persyaratan ketentuan hukum dan perundangan yang berlaku, sistem kelembagaan Yayasan An-Nizhomiyah Cilodong telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman Nomor : AHU-936.AH.01.04.Tahun 2014.

Kegiatan Yayayasan An-Nizhomiyah selama ini berfokus pada penyelenggaraan 4 (empat) unit pendidikan yakni,

  1. Raudhatul Athfal (RA/TK)
  2. Madrasah Ibtidaiyah (MI/SDIT
  3. Madrasah Tsanawiyah (MTs/SMPIT)
  4. SMA Islam An-Nizhomiyah.

Keempat lembaga tersebut sampai saat ini telah berjalan efektif sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan

PRINSIP DAN NILAI

Prinsip Utama

Wahai orang-orang yang beriman, Jika kau menolong (agama) Allah,

niscaya DIA akan menolong & meneguhkan kedudukanmu

(QS. Muhammad: 7)

Nilai-Nilai Dasar

Uswah Hasanah (Leadership)

Semua proses kegiatan yang dikembangkan di  An-Nizhomiyah selalu mengedepankan keteladanan sebagai basis tindakan dan pembelajaran. Oleh karena itu, seluruh warga yayasan, khususnya dewasa, diarahkan untuk selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan keteladanan, baik dari sisi pengetahuan, sikap dan perilaku keseharian. Dengan demikian, proses pembelajaran akan jauh lebih efektif dan efisien.

Ukhuwah Islamiyah (Relationship)

Keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan ditentukan oleh sejauh mana setiap orang menjaga hubungan yang baik antar sesama. Oleh karena itu, seluruh warga yayasan diarahkan untuk selalu berpikir positif dan terbuka dalam menjalankan amanah yang diemban dengan selalu menjaga tali silaturrahmi demi kepentingan terbaik untuk anak. 

Khidmatul Ummah (Excellence Service)

Kehadiran An-Nizhomiyah merupakan wujud tanggung jawab moral dan agama dalam upaya mencerdaskan dan memperadabkan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, segala sesuatu yang dikembangkan di An-Nizhomiyah diarahkan sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan prinsip dan nilai-nilai keislaman secara utuh (kaffah).

VISI, MISI DAN TUJUAN

Visi

Beriman, berilmu, beramal shaleh.

Misi

  • Terwujudnya dasar-dasar keimanan ibadah, muamalah serta akhlak melalui bimbingan intensif, pembiasaan dan keteladanan.
  • Mengoptimalkan bakat, kemampuan dan kompetensi meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor didukung sarana-prasarana yang representatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tujuan

  1. Memastikan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dalam mengefektifkan proses pembelajaran.
  2. Memastikan agar semua warga yayasan mendapat dukungan dari semua unsur yayasan  dalam memahami dan mempraktikkan nilai-nilai keislaman dalam keseharian.
  3. Mempersiapkan lingkungan yang kondusif dan ramah anak yang  didukung oleh semua unsur yayasan yang berkualitas.
  4. Meningkatkan proses kolaborasi dengan berbagai stakeholder masyarakat dalam proses kegiatan dan pengembangan program yayasan.
  5. Memastikan agar setiap unsur yayasan memiliki kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sehingga mampu bersaing baik dalam secara lokal, nasional dan global.

KEYAKINAN DAN KOMITMEN

  1. Kami yakin semua unsur yayasan dapat belajar dengan baik.

Setiap unsur yayasan memiliki cara dan gaya bekerja yang berbeda berdasarkan kecerdasan masing-masing. Untuk itu, kami mengembangkan proses kegiatan berdasarkan kecerdasan jamak (multiple intelegence)

  • Kami yakin kualitas guru dapat menentukan keberhasilan murid.

Keberhasilan murid dalam belajar sangat tergantung pada sejauh mana guru memberikan dukungan dalam proses pembelajaran. Untuk itu, kami terus mengembangkan sistem pendukung agar guru dapat bekerja optimal (quality improvement).

  • Kami yakin orang tua dan masyarakat adalah bagian penting proses pendidikan dan pembelajaran.

Keberadaan orang tua dan masyarakat merupakan mata rantai tidak terpisahkan dari proses pendidikan dan pembelajaran. Untuk itu, kami terus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga terbangun hubungan yang kuat dalam proses pembelajaran (learning society).

  • Kami yakin bahwa semua murid mesti dipersiapkan menjadi manusia paripurna (insan kamil).

Menciptakan pribadi yang baik merupakan cita-cita pendidikan islam, sebab manusia yang baik pasti akan memberikan manfaat terhadap kemajuan agama, bangsa dan Negara. Untuk itu, kami merancang kurikulum yang tidak saja menjadikan murid sebagai orang yang cerdas, kreatif dan mampu bersaing tetapi juga menjadikan murid sebagai manusia yang berakhlaqul karimah.  (Holistic learning)